"jihan" panggil hana ketika ia dan sang putri sedang berada di dapur. "iya bun" sahut jihan seraya menoleh kepada sang bunda. "kamu ga jadi pisah sama pras?" tanya hana. "aku ga tau" jawab jihan. mendengar itu hana langsung menatap jihan. "bunda udah bilang sama kamu, yang tegas jadi perempuan, jangan lemah" ucap hana. "kak pras selalu marah kalo bahas soal perpisahan" ucap jihan. "kenapa?" tanya hana. "aku ga tau" jawab jihan. "kamu tanya" balas hana. "intinya aku pasrah sama keadaan" ucap jihan. "jangan lemah" ucap hana. "kalo aku lemah aku pasti udah jatuh cinta sama kak pras, tapi kan nyatanya gak, sampe sekarang aku masih bisa bentengi diri" balas jihan. "kamu harus bisa ngambil keputusan, kamu berhak bahagia" ucap hana. "aku sama kak pras sepakat ga pisah bun, tapi mam

