beberapa hari pras memang tidak menggangu jihan sedikit pun, walau dirinya sangat merindukan istrinya itu, tetapi ia ingin memberikan jihan ruang untuk sendiri, dan saat ini pras sedang memperhatikan jihan dari jauh, sedikit orang yang tahu bahwa pras dan jihan sedang tidak baik-baik saja. pras melihat jihan bangkit dari tempat duduk, dirinya pun segera menyusul. "jihan" panggil pras saat jihan sedang berjalan ke kelas bersama rani. "iya pak" balas jihan. "ikut saya ke ruangan" ucap pras tegas. "iya pak" balas jihan. setelah mendengar itu, pras melangkah terlebih dahulu menuju ruang nya. "lo duluan aja" ucap jihan kepada rani. "emang ada apa, tumben" ucap rani. "ga tau, mungkin urusan nilai, atau apa" jawab jihan berbohong. jihan tak ingin masalah rumah tangga nya di ketahui oleh

