Peluh membasahi area wajah gadis mungil yang sedang mengelap meja itu. Meskipun begitu, kadar kecantikan dan kepolosan gadis itu tidak memudar. Sesekali dia tersenyum senang kala melihat kerja kerasnya membersihkan meja-meja di kafe ini. Ini masih pagi, namun dia sangat semangat sekali. Mengingat dia masih dua hari bekerja di sini jadi dia akan lebih giat lagi supaya bisa menandingi pekerja lainnya. “Ovi, sudah, semua tempat sudah bersih. Kamu bisa mulai stay di kasir,” salah satu temannya yang bernama Ferdi. Gadis itu mengangguk dan mulai menyiapkan diri. Ya, dia tidak jadi bekerja di bagian pelayan. Kenapa? Ini semua karena perintah si pemilik kafe. “Mbak, sepertinya bos sudah datang,” kata pelayan yang tadinya memberi informasi kepada Ovi. Gadis itu pun gugup kala kakinya dibawa ke ru

