Malam harinya. Semua berkumpul di kediaman Samuel. Ada May, Kay, Akmal dan Kevin. Juga Nea dan Alden, dan tentu saja Rafli juga kedua orang tuanya. "Kalian harus tau kalau, mereka kembali!" ucap Ray pada May dan Kay. "Sebentar," tegas Kay menatap sahabat karibnya itu. "Jadi, Rafli mungkin aja dalam bahaya?" tanya Kay diangguki Ray. Drt... drt... Ponsel Azka tiba- tiba berdering dan ternyata panggilan yang berasal dari Ilham, ayah dari Alana. "Assalamualaikum, Alana ada dimana ya?" Azka terkejut, mengambil kemungkinan kalau Alana juga mengalami nasip yang sama seperti Rafli yang sampai sekarang belum bisa di hubungi. "Waalaikumsalam, Alana. Lagi sama Rafli," jawab Azka beralibi diangguki yang lain. "Bapak tenang saja," ucap Azka lagi. "Yasudah kalau begitu, terimakasih Pak." Pang

