34

1102 Kata

Pagi harinya, setelah Rafka memutuskan untuk bermalam menemani Alana bersama Ilham. Alana terbangun menatap Rafka yang tidur di sofa, dilihatnya sang ayah yang sepertinya akan pergi. "Ayah," panggil Alana pelan. "Lana, maaf ya. Hari ini Ayah harus tetap kerja, enggak enak kalau sering libur," ucap Ilham memeluk singkat puterinya. "Sebentar lagi pasti perawat datang bawa sarapan buat kamu. Biarin Den Rafka tidur ya, dia baru tidur dari subuh. Semalaman begadang cuman buat mastiin tidur kamu nyenyak," tutur Ilham membuat Alana terkejut. "Ayah pergi dulu ya, assalamualaikum." Ilham pergi setelah Alana mencium punggung tangannya. "Kak Rafka, enggak perlu sampai begini," ucap Alana melangkah mendekati Rafka yang masih memejamkan mata. "Lana..." Rafka bersuara parau, perlahan membuka mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN