“Dia menjelaskan kepadaku bahwa dia selama ini tinggal di dalam hutan itu sendirian.” ucap Paman Lu, hal itu membuat Ajeng menoleh menatap Sarah yang kini tersenyum kepadanya. “ Kau memutuskan untuk tinggal di sana?? apakah kau tidak tahu, bahwa kami mencemaskanmu saat itu??” tanya Ajeng kepada Sarah yang kini tersenyum. “Maafkan aku, aku hanyalah seorang anak kecil saat itu” ucap Sarah kepada Ajeng yang kini mengerutkan dahinya dan kemudian bertanya, “Lalu, kenapa postur dan wajahmu tidak berubah sama sekali, Sarah??”tanya Ajeng merasa bingung karenanya. Dan hal itu diberi kedikan kedua bahu dari Sarah yang juga tidak mengetahui kenapa dia bisa seperti itu, “mungkin karena aku memakan beberapa buah-buahan abadi yang tumbuh di sana.” jelas Sarah, dan hal itu membuat Ajeng mendengus

