Teng … teng … teng … Bel kedua pun berbunyi, dan hal itu menandakan waktunya bagi mereka untuk beristirahat dan memakan bekal yang dibawa oleh masing-masing siswa dan siswi di sana. “Hei, Sam!” panggilan dari seorang anak laki-laki yang kini berdiri di hadapannya pun membuat dirinya kini menoleh menatap anak laki-laki tersebut. “Apakah kau ingin bergabung bersama dengan kami??” tanya anak lelaki itu, dan hal itu membuat Sam menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan tersebut. “Okay!” jawab Sam kepada anal lelaki itu. “Tapi, jika kau ingin ikut bersama dengan kami, kau harus melepaskan kalung yang kau kenakan itu!” ucap anak lelaki itu kepada Sam yang kini mengerutkan dahinya dan kemudian bertanya. “Kenapa?? kenapa aku harus melepaskan kalungnya?” tanya Sam kepada anak lelaki itu

