Pip! Pandangan Ajeng kini menatap Sam yang bersandar di ambang pintu itu, Ajeng mengangguk setelah ia menutup telfon yang ia sambungkan kepada sang anak Michaella dan juga sang suami. “Bagaimana? Apa kata Michael?” tanya Sam kepada Ajeng yang kini mengangguk menjawabnya. “Dia memperbolehkanku untuk pergi.” jawab Ajeng kepada Sam. Mendengar jawaban tersebut, membuat Sam yang kini berjalan mendekatinya pun tersenyum dan merentangkan kedua tangannya seraya berucap, “Sudah kukatakan bukan?? dia pasti mengidzinkan dirimu untuk pergi, karena dia tahu bahwa kau membutuhkan hal itu saat ini.” jelas Sam kepada Ajeng, “Ayo! Bersiaplah … karena aku tidak bisa menunggu lama!” ajak Sam kembali kepada Ajeng yang kini tersenyum dan mengangguk untuk kembali berjalan masuk ke dalam kamarnya dan ber

