Sign and Black Death

1280 Kata

Angin dingin saat itu menerpa lapangan luas yang dipenuhi oleh batu-batu nisan yang tersusun dengan rapih di sana. Joshua berdiri memandangi makam Emely sang nenek yang amat ia cintai, kepalanya tertunduk dan Joshua merasa begitu sedih atas rasa kehilangan yang lagi dan lagi datang ketika ia mengingatnya. “Emely … aku benar-benar kacau saat ini, And I need you” bisik Joshua dihadapan batu nisan tersebut. Tak ada yang bisa dilakukan oleh Joshua selain terduduk di samping nisan sang nenek. Ia berdiam di sana selama beberapa jam, tidak bergerak dan hanya memandangi nisan tersebut dengan sedih. Ia membiarkan terik mentari menyengatnya dan angin kencang yang menerpanya, ia tidak memperdulikan itu. “aku berharap ada pertolongan yang datang untuk membantuku, kedua temanku menghilang … dan aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN