Bab. 16

2366 Kata

Langit gelap telah membungkus malam dengan sempurna, tapi sepasang netra itu masih enggan memicing. Fazhura merebahkan diri dengan tidak santai. Sebentar-sebentar merubah posisi baringnya. Beberapa kali meneguk air dalam gelas yang terletak di nakas sebelah ranjang tidurnya, guna menetralkan rasa haus serta gelisah, tapi tetap usahanya sia-sia. Perasaan Fazha malah makin tak karuan. Apalagi potongan-potongan ucapan dari Ega merasuk lagi, mengitari otak gadis itu. Fazha cemas. Tiba-tiba raut sendu Ilham melintas dalam benaknya. Terlihat jelas sekali, ekspresi kecewa itu tersirat dari wajah Ammi-nya. Fazhura mengambil napas dalam-dalam. Perasaannya baru disusupi rasa bersalah. Belum lagi ocehan Ega akan segala kemungkinan jika dalam waktu dekat Ilham akan memiliki pendamping hidup. Semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN