Bab. 24

1598 Kata

Lelaki itu terlihat rapi dengan kemeja lengan panjang nirwarna berpadu celana bahan hitam. Meraih beberapa lembar kertas dokumentasi pekerjaan, lalu memasukkan ke dalam tas ransel. Pun sama dengan Akbar. Keduanya melengang pergi sebelum jalanan dipadati oleh kendaraan dan bisa berakibat terjebak macet. Memasuki mobil dengan Akbar sebagai sopir, otak Ilham menghitung mundur hari, dia sudah tidak sabar menanti detik-detik menjalani prosesi sakral dalam hidupnya. Di tengah penantian halal, sukmanya acapkali bergetar jika mengingat Kebesaran Allah, bagaimana Kuasa Allah yang Maha membolak-balikan hati manusia. Beberapa waktu lalu perasaannya masih biasa saja pada Fazhura. Dia sayang, tapi sebatas rasa kasih saudara. Tetapi sejak Abi Fariz dan Umminya menitahkan agar Ilham menikahi Fazha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN