Bab. 30

1023 Kata

Putus-asa. Satu kata yang tidak pernah terlintas dalam kamus hidup Ilham Al Insani. Jatuh berulangkali tidak pernah membuat Ilham sampai patah harapan. Tetapi yang ketiga ini lebih-lebih rasanya. Nyeri hati, sudah pasti, saat semua yang ada di depan mata, lalu tinggal menunggu hari untuk menggapainya, dalam sekejap terhantam badai masalah. Ilham hanya tertunduk lesu mendengar rentetan kata-kata Akbar. Katakanlah dia memang bodoh jika harus pasrah dan menyerah pada keadaan. Akbar melengang ke kamar usai menceramahi Ilham, meninggalkan Ilham yang kini berbaring di sofa. Setiap ucapan yang terdengar rungunya, berputar-putar di otak Ilham kini. Melirik jam, dan sudah pukul dua dini hari lebih beberapa menit, tapi netra Ilham masih belum bisa terpejam. Memegang handphone dan Ilham

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN