40

1150 Kata

Mendengar perkataanku yang santai, lelaki itu langsung mengamuk,.dia mengambil bantal tersebut dan melemparnya, begitupun selimutnya yang dia tendang dan langsung terlempar ke atas kursi. Aku tak perduli tentang dirinya dan amukannya aku kembali merebahkan diriku kekasih surga memainkan ponselku. Dia yang berdiri di teras untuk waktu yang lama lalu masuk dan menyusulku ke dalam. "Apa kau tidak tahu ini sudah jam berapa?" "Ya, aku tahu, ini sudah hampir jam 08.00 malam," jawabku santai. "Apa kita tidak akan makan dan kau tidak ingin memesan sesuatu untukku?!" Betul juga, dia terbiasa kuberi makan dengan waktu dan jadwal yang tepat, jadi tentu saja jam segini dia sudah meronta-ronta kelaparan dan ingin segera diberi makan. "Ada beberapa camilan yang tadi ku beli di rest area, kau bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN