Selagi lelaki itu murka, aku sengaja mengencangkan suara tangisanku dan pura-pura terlihat trauma serta ketakutan pada mas Kevin. Setiap kali mas Kevin melirik ke arah diri ini, aku pura-pura ketakutan dan mencari perhatian pada staf yang ada di dekatku. "Mbak, suami saya akan menghajar saya. terakhir kali dia murka, dia mencekik dan nyaris menghantam kepala saya ke pot bunga. Badan saya sakit, tulang-tulang saya rasanya retak dan otot saya lebam karena dia melempar saya dengan keras." Aku manyeka air mata dengan tisu sementara mas Kevin melotot ke arahku tidak terima dengan perkataanku yang dramatis. "Anda mendengar itu Anda mendengar betapa ketakutannya istri anda pada anda!" tanya Pak Kabid, staf walikota juga ada di sana dan memperhatikan mas Kevin dengan tatapan tajam. "Apa Anda t

