Tak banyak bicara lagi lelaki itu langsung meninggalkan rumah dengan tas pakaian yang disandang di bahunya. Sebenarnya ada rasa hancur saat menyaksikan ia meninggalkan rumah begitu saja, tetapi aku tidak punya alasan untuk mencegahnya. Karena, untuk apa aku menahannya jika perasaannya tidak ada di sini. Hanya raga yang ada padaku tapi jiwanya ada bersama wanita itu. Percuma! Suara mobilnya terdengar dengan jelas pintu gerbang bergeser perlahan, lalu kendaraan itu menghilang begitu saja dari garasi, meninggalkan jejak suara dan sisa pertengkaran kami. * Besok hari. Setelah mengantarkan anak-anak ke sekolah aku janjian dengan temanku untuk bertemu di rumahnya, teman yang kemarin berkumpul di cafe bersamaku, berikut dengan teman teman reuni lainnya. Aku mengunjungi rumahnya dan Vina sen

