82

1013 Kata

Dengan senyum lebar Fathia mendatangiku dan mengulurkan tangannya. Tadi yang menyapaku dengan Rama sementara aku masih menahan gejolak sakit hati di dalam dadaku. "Mas aku doakan semoga istrimu berhasil operasinya dan baik-baik saja." "Makasih," jawabku malas. "Apa kau sudah makan, kulihat kau begitu lesu Mas." "Aku tidak berselera." "Tapi setidaknya kau membasuh muka agar tidak kusut," usulnya pelan. "Hatiku memang sedang kusut, perasaanku juga!" Aku mendesis padanya sambil menahan suaraku agar tidak terdengar oleh Mas Fadli, Fathia terkejut ketika aku membentaknya seperti itu. "Kenapa kamu?" Mungkin dia heran atas sikapku yang dingin Padahal mereka telah membantuku dengan memberiku uang juga melancarkan proses operasi istriku dengan mendesak dokter yang bertugas. Harusnya aku be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN