"Cerita ini hanya karangan fiktif belaka. Latar belakang pada jaman tersebut sengaja dibuat sebagai pelengkap dan sama sekali tidak berhubungan langsung dengan sejarah aslinya." == Ternyata sejak tadi tuan Hide tengah melukis. Dan yang dilukis adalah seorang wanita muda dengan rambut panjang. Dia mengenakan daster putih. Matanya seperti tuan Hide, sendu namun tajam. Wajah mereka hampir mirip hingga aku coba mengingat sosoknya saat aku melihatnya di taman samping rumah dan mimpiku. Ya..ini adalah wanita muda yang aku lihat itu. "Apa kau pernah melihatnya?" tanya tuan Hide kemudian. Aku ragu untuk.menjawab pertanyaannya itu. Tapi aku tahu, bahwa aku tak bisa berbohong. Tuan Hide juga tahu hal itu. Aku mengangguk pelan, "Mungkin. Tapi aku tak yakin apakah itu wanita yang pernah aku lihat

