"Cerita ini hanya karangan fiktif belaka. Latar belakang pada jaman tersebut sengaja dibuat sebagai pelengkap dan sama sekali tidak berhubungan langsung dengan sejarah aslinya." == "Kau yakin?" tanya tuan Hide setelah kutempelkan bibirku beberapa kian detik ke bibirnya. Ucapannya menyadarkanku atas apa yang baru saja kulakukan. Aku mengerjap dan menjauhkan diri dari wajahnya yang tampak datar itu. Wajahku sendiri? Mungkin tengah bersemu merah karena ditatap begitu intens olehnya. Aku tergagap sendiri tak mampu untuk membalas pertanyaannya. Tuan Hide sekali lagi bertanya padaku, membuat aku kian malu dan tersipu. "Kau yakin? Jangan mengagumiku. Aku katakan padamu kalau kau tidak kabur sekarang, kau akan menyesalinya satu hari nanti." Ancamannya itu membuatku ragu namun juga bertanya-t

