“ I want you , ale sanjaya. “ Kata meraa dengan nada yang lirih serta pandangan mata nya yang sayu. Meraa sudah bukan meraa yang seperti ale kenal dulu , sekarang meraa lebih menjadi seseorang yang berani dalam hal apapun. Terutama untuk membuat ale jatuh cinta pada nya. Tatapan mata meraa yang begitu sayu pun kini mulai memikat ale , perlahan ale mulai terbuai dengan sentuhan meraa. Kini meraa sungguh sangat berani hingga berpindah duduk ke pangkuan ale. Dengan sedikit kasar meraa menjatuh kan tubuh ale hingga terlentang di atas tempat tidur. Meraa mengambil tangan ale lalu menyatukan kedua telapak tangan nya dan di angkat nya ke atas hingga terlihat lekukan bentuk tubuh atletis ale. Seketika meraa langsung melahap bibir tipis ale , mencoba memasuki rongga mulut ale lalu memainkan

