Alena 8

1191 Kata
ALENA – 08 "Ada perempatan, belok kiri," kata Alena mengarahkan jalan untuk ke rumahnya. Gatra tersenyum setelah mendengar arahan Alena. Cowok itu mulai membelokkan mobilnya ke arah kiri. "Oh ya, katanya tadi keluarga lo pada ke Bandung, kan?" Alena mengangguk tanpa bersuara. "Sendirian, dong?" "Ya mau gimana lagi," Alena tersenyum tipis. "Gapapa lah, udah biasa, kok." "Gimana kalau lo temenin gue dulu?" Gatra memberhentikan mobilnya begitu melihat lampu lalu lintas berwarna merah. "Kemana?" Gatra menengok kesamping dimana ada Alena yang duduk di kursi penumpang. "Makan?" Alena terkekeh. "Kamu lapar?" "Iya nih, kayaknya," Gatra ikut terkekeh. "Mau, nggak?" Alena mengangguk sambil tersenyum."Boleh deh, aku juga laper." Gatra tersenyum lebar. "McD?" "Terserah kamu." Gatra terkekeh lagi, lalu mulai menjalankan mobilnya saat lampu sudah berubah warna menjadi hijau. "Cewek tuh selalu ngomong terserah, ya?" "Masa?" Alena memasang wajah pura-pura berpikir. "Enggak deh, aku ngomong apa aja, kok." Gatra terkekeh, lagi. "Lo emang ngomongnya pake aku-kamu?" "Iya, aneh, ya?" "Nggak juga, jarang aja anak SMA jaman sekarang gaya ngomongnya kayak gitu." jawab Gatra, bertepatan dengan sampainya mereka ditempat tujuan. Setelah memarkirkan mobilnya, Gatra melepaskan sabuk pengaman dan menyuruh Alena untuk turun.  Alena menyuapkan cheese burger yang tinggal setengah itu kedalam mulutnya, kemudian mengunyahnya hingga makanan cepat saji itu bisa ditelan dengan mudah. Setelah itu Alena meminum air mineral yang ia pesan tadi bersamaan dengan makanannya, lalu melihat kearah Gatra yang juga sedang meminum coca cola pesanannya. "Suka minum soda?" Tanya Alena, mencoba membuka obrolan diantara mereka.  "Lumayan," jawab Gatra. Cowok itu mulai fokus pada ponselnya. Jari-jarinya terus saja menari-nari diatas sana. Entah apa yang ia lakukan dengan ponselnya, yang terpenting bukan bermain ML. Alena hanya manggut-manggut, kemudian membiarkan hening menyelimuti mereka berdua. Alena ingin bicara tapi dia tidak tahu harus bahas apa. Lagian, ini pertama kalinya Alena berdua saja bersama Gatra. Ah tidak, ini yang kedua kalinya, yang pertama saat mereka bertemu didekat toilet perempuan.  "Alena?" Panggil Gatra akhirnya. Cowok itu sudah memasukkan ponselnya kedalam saku jaket. "Kenapa?" Alena menanti-nanti apa yang akan Gatra katakan. Sejujurnya, Alena sangat berharap bahwa Gatra akan berkata untuk segera pulang. Dan sepertinya, Dewi Keberuntungan memang berpihak pada Alena. "Kita pulang, yuk? Gue ada urusan mendadak, jadi gak bisa lama-lama." kata Gatra yang langsung saja diangguki oleh Alena. Setelah itu, mereka berdua keluar bersama dari tempat makanan cepat saji itu, menuju mobil Gatra yang terparkir diantara dua mobil yang ada disana. Entah kenapa, McD hari ini nampak sepi, padahal ini hari minggu. "Gapapa, kan?" tanya Gatra begitu mereka sudah berada didalam mobil. "Apanya?" Alena bertanya balik dengan bingung. Cewek itu segera memasang seat beltnya saat Gatra mulai menjalankan mobilnya. "Ya itu, kali aja lo masih pengen lama-lama dulu kan disana tapi gue malah minta pulang." jawab Gatra agak merasa tidak enakan.  Alena hanya terkekeh. "Gapapa, kok. Lagian aku emang pengen cepetan pulang, soalnya mau beres-beres, besok kan sekolah lagi takutnya gak sempet." Kemudian Gatra hanya mengangguk lalu tersenyum tipis pada Alena. Setelah beberapa menit, mobil Gatra sudah berhenti didepan rumah Alena. Memang, dari McD dengan rumah Alena tidak begitu jauh, makanya mereka tidak sampai menempuh waktu berjam-jam. "Makasih, ya?" Alena membuka seat belt yang ia pakai. Setelah mendapat anggukan dan senyuman dari Gatra, Alena langsung segera keluar dari mobil. Kaca mobil Gatra terbuka, membuat mereka berdua bisa saling melihat satu sama lain tanpa terhalang apapun. "Gue balik, ya?" kata Gatra, seolah ia sedang meminta izin. Alena mengangguk sekali. "Hati-hati," lalu mobil Gatra mulai meninggalkan komplek rumah Alena. Alena menghembuskan nafasnya pelan, kemudian berjalan memasuki rumahnya yang terlihat sepi. Jelas saja, Bunda dan Ayahnya sedang ke Bandung dan dia akan sendirian untuk beberapa jam kedepan. Alena membantingkan dirinya diatas kasur setelah usai membersihkan diri dan memakai piyama bergambar keroppi miliknya. Sekarang sudah jam 20.30 tapi kedua orang tuanya belum juga kembali, entah jam berapa mereka akan pulang ke Jakarta.  Setelah pulang diantar oleh Gatra tadi siang, Alena langsung membereskan barang-barang yang ia bawa sehabis kemping. Menyiapkan alat sekolahnya untuk besok, bahkan sebelumnya ia sempat membereskan rumah terlebih dahulu. Dan sebelum mandi, Alena membuat makanan yang bisa ia buat karena merasa lapar kembali. "Kenapa hari ini capek banget, ya?" Alena bertanya pada dirinya sendiri. Cewek itu mulai mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas, kemudian kembali berbaring. Alena melihat banyaknya notif yang terpampang di lock screen ponselnya, lalu Alena mulai membuka sosial media yang berupa LINE terlebih dahulu. 3NA (999+) Rahang Alena bergerak kebawah dengan sendirinya saat melihat pesan dari grup yang isinya cuma tiga orang tapi bernotif seribu lebih pesan. Apa saja yang dibicarakan Rana dan Helena? Alena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tanpa berniat membuka room chat dari grup mereka, Alena memilih melihat pesan-pesan yang lain. Dahi Alena berkerut saat sebuah nama tertangkap oleh indra penglihatannya. Gatra G. (5) "Gatra G?" gumam Alena. Tanpa mau susah-susah berpikir, Alena langsung membuka pesan tersebut. "Jam 16.30?" gumam Alena lagi begitu melihat waktu saat pesan itu terkirim padanya. Memang Alena baru membuka ponselnya, karena yang kalian tahu, Alena sedang beres-beres saat siang hingga menjelang sore tadi. Gatra G. : hai Alena Gatra G. : eh sori sebelumnya gue dapet id lo dari Pandu Gatra G. : gapapa kan? Gatra G. : jangan marah ya Gatra G. : eh iya gue baru inget, lo kan lagi beres beres, yaudah lanjut deh:) Alena tersenyum membaca pesan terakhir dari Gatra. Kemudian, Alena berniat membalas pesan dari Gatra itu. Alena Shakila : mbb Alena Shakila : baru buka hp nih Alena Shakila : gapapa kok hehe Belum sampai semenit pesan yang dikirim oleh Alena, tiba-tiba saja ponsel Alena langsung berdering. Panggilan suara LINE dari Gatra G. terpampang disana. Dengan segera Alena menjawabnya. "Hallo, Alena?" "Eh, iya, kenapa Gatra?" "Hehe, enggak, pengen nelpon aja," "Oh, kirain ada perlu apa." "Nggak ganggu, kan?" "Enggak, kok. Santai aja," "Kirain, kali aja ada yang marah juga," "Marah? Siapa?" "Eh- gak ada yah?" "Gak ada ah, siapa sih? Bunda sama Ayah aku gak pernah marah-marah," "Oh.. Yaudah, bagus kalo gitu." "Bagus?" "Iya bagus, biar gue bisa sering-sering nelponnya." Alena refleks tersenyum. Cewek itu memeluk bantal gulingnya dan menyampingkan badannya, mencari posisi yang nyaman agar dia bisa lebih nyaman juga mengobrol bersama Gatra melalui telepon. "Alena?" "Ya?" "Oh enggak hehe, kirain udah tidur," "Hehe, belum." "Udah makan belum?" "Udah, kamu?" "Ini lagi di McD, makan." "McD lagi?" Alena terkekeh. "Sama siapa?" "Sendirian, kasian emang nasib orang ganteng," "Hahaha.. Jangan kemaleman pulangnya, angin malam gak bagus buat kesehatan, lagian besok juga sekolah." "Cie perhatian, makasih ya perhatiannya?" "Sama-sama, hehe.." "Alena?" "Iya, Gatra?" "Tidur gih, gue udah mau balik, makanannya udah habis." "Masa? Cepet banget," "Ya.. emang udah gitu, eh- udah yah, tidur aja udah malem, besok sekolah. Sampai ketemu besok! Good night and good sleep, have a nice dream, Alena." Belum sempat Alena membalas, panggilan sudah dimatikan oleh Gatra. Alena hanya tersenyum tipis dan bersiap menaruh ponselnya diatas nakas, namun satu pesan LINE lagi yang masuk membuat Alena membatalkan niatnya. Gatra G. : maaf ya:( nanti gue telepon lagi deh, kita ngobrol sampe mulut berbusa. Semoga mimpi indah, Alena:) Setelah itu, Alena hanya bisa tersenyum. Tanpa berniat membalas, Alena menaruh ponselnya diatas nakas dan mulai memejamkan matanya untuk segera tidur. Alena cukup lelah, biarkan saja orang tuanya akan pulang jam berapa, Alena tidak mampu untuk menunggu mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN