19. Life is Never Flat

1413 Kata

"Maafkan aku mbak Ais?" ujar Mai saat bertemu dengan Aisyah setelah Aisyah mengajar di area pondok pesantren. "Aku yang harusnya minta maaf, aku jadi nggak enak sama kamu Mai," ujar Ais. "Benar apa yang dikatakan suami mbak, jika aku ke sana malah mas Munif jadi ketemu mbak terus," ujar Mai lagi. "Dan kayaknya ibu nyai sepuh tahu kondisi rumah tangga kami mbak, kami dinasehati lamaaa, kami di suruh sabar dan saling mencintai, hhmmm dikira gampang saling mencintai, dan yang bikin kami malu dan bingung saat beliau tanya apakah kalian sudah..kami diaaaam lama mbak Ais, dan beliau menghela napas, memandang mas Munif lalu bertanya awakmu normal po ra le, ah malu kayaknya mas Munif waktu ditanya normal apa nggak sama ibu nyai sepuh," Mai melihat wajah Aisyah yang juga terliha malu. "Ada-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN