Bab 81. Berani Mengancam

1722 Kata

Tangan Revan semalaman memelukku benar-benar tidak membiarkanku tidur bebas tanpa belitan tangannya mengukungku setelah lelah bergelut semalaman karena si piton kangen berat. Cih, mana ada pasangan pisah sementara tapi suaminya masih bisa menginap dan minta jatah nikmat. Rasanya hanya aku saja yang selalu luluh mau-maunya dibodohi Revan. Aku mencintainya sejak dulu, sekarang bahkan andaikan terlahir kembali aku yakin hati ini tetap akan memilihnya. Terlepas dari bencana di kehidupan lama, nyatanya Revan di kehidupan sekarang memiliki cinta yang begitu dalam. Aku bisa melihat sendiri kebaikan demi kebaikan dalam dirinya meski sebagai seorang pengusaha dia harus berada dalam situasi yang mengharuskan dirinya menjadi sosok yang kejam dalam bertindak. Tapi aku memakluminya terlebih atas apa y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN