Ketika sampai di lobi kampus, aku tidak melihat keberadaan Erika. Bibirku menyeringai sambil menggeleng menjalankan mobilku menuju parkiran. Tentu saja, mana mungkin gadis itu mau menurut toh selalu saja ada caranya untuk membantah ucapan atau perintahku. Lihat saja nanti, jangan sampai dia pulang sama pacarnya itu. Aku tidak akan segan lagi untuk melakukan lebih dari sekedar ciuman sebagai hukuman buat gadis pembangkang seperti Erika. “Ada yang ditusuk!” Seru beberapa mahasiswa yang berlarian menuju area belakang gedung kampus. Entah mengapa perasaanku tidak enak dan aku mencoba mengikuti naluriku menyusul para mahasiswa yang berlarian. Dari kejauhan aku melihat mereka membentuk lingkaran berkerumun. Pasti korban penusukan ada di sana, sambil berjalan santai mataku mencari Erika. Mung

