Bab 19. Mengusir Pesaing

1536 Kata

Alex dan Sabrina bukanlah anak kemarin sore. Tentu saja mereka lebih dulu merasakan asam garam kehidupan lebih lama dibandingkan anak-anak yang sedang berada di ruang rawat inap Erika. Terutama Alex sebagai sesama pria dewasa, sejak masuk ke dalam ruangan ini dirinya langsung menebak lelaki yang katanya kakak kelas Erika terlihat kentara sekali memiliki hati pada calon menantunya itu. Sabrina juga langsung membaca gerak-gerik putranya. Meski Revan pembawaannya tidak banyak bicara tapi juga tidak suka cari-cari perhatian. Seperti sekarang putranya memasang mode angkuh dan sengaja memperlihatkan perhatiannya pada Erika. Sebagai orang tua, Alex dan Sabrina tidak mau ikut campur dengan urusan percintaan segitiga anak-anak ini. Terganggu, risih sudah pasti. Siapa yang senang melihat calon m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN