Pening dan Sakit

1083 Kata

Sang surya baru saja menyingsing di kaki langit timur. Jingga memesona tanpa cela. Mendekap hangat seluruh kehidupan di alam raya. Semilir angin berembus, menggoyangkan dedaunan dan menjatuhkan embun yang sebening ktistal. Aroma basah menguar, berpadu dengan semerbak wangi bunga yang mulai bermekaran. Di tengah lukisan pagi yang menenangkan hati, Ciara duduk di atas kursi roda. Menatap warna-warni bunga yang tumbuh di sekitar. Sesekali menyentuhnya, lalu mencium aroma yang melekat di jemari. Untuk sesaat ia merasa damai, karena kala itu belum banyak orang yang berlalu lalang di sana. Hanya ada sang suami seorang. "Cantik." Rendra memuji sembari menyelipkan bunga melati di telinga Ciara. Ciara menunduk, menyembunyikan wajahnya yang tiba-tiba memanas. Sembari bergumam pelan, ia melirik k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN