Dua Bulan Kemudian

1235 Kata

Selepas senja, hujan mengguyur Kota Surabaya. Amat deras dan disertai guntur yang menggelegar. Enggan mereda, walau malam mulai beranjak. Beruntung, Ciara dan Rendra sudah tiba di rumah. Mereka pulang sebelum senja menyapa. Kini, keduanya duduk bersama di atas ranjang. Rendra memangku laptop dan menyelesaikan tugas yang sempat terabaikan, sedangkan Ciara menemaninya sambil memangku boneka beruang. "Mau kopi, Kak?" tanya Ciara. "Tidak usah, Sayang. Duduk saja, jangan banyak melakukan kegiatan." Rendra menjawab sambil menoleh sekilas. "Tidak apa-apa, Kak. Kalau memang mau, aku buatkan," ucap Ciara. "Enggak, Sayang. Lagi nggak pengin minum kopi," jawab Rendra, tak ingin merepotkan istrinya. "Mmm." Ciara menggumam sembari mengelus-elus kepala boneka. "Maafkan aku, Kak, belum bisa membala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN