Bab 89 Pemilik Pohon – Bagian Kedua Cuaca siang itu begitu panas. Dokter Haris mengajak Dina untuk pindah dari bawah pohon untuk duduk di bangku yang disediakan untuk pengunjung di teras Unit Gawat Darurat. “Maafkan sikap cerewet ibu kasir toko tadi.” Kata Dokter Haris. “Tidak apa-apa.” Jawab Dina. “Terima kasih untuk es krimnya ya, dok.” “Sama-sama.” Balasnya. “Aku memang selalu membelikan es krim untuk siapa saja yang aku temui dibawah pohon favoritku itu, entah dia laki-laki atau perempuan. Kebanyakan sih perempuan.” Katanya kemudian tertawa. “Begitu ya? Pantas saja mereka meledek dokter seperti itu.” “Kamu tahu, es krim itu makanan bersejarah dalam hidupku.” “Oh ya?” “Waktu kecil, aku hanya bisa makan es krim jika mendapat banyak uang dari salam tempel di hari raya Idul Fitri.

