Bab 94 Bersembunyi Dina masih meneteskan air matanya sesekali dalam perjalanannya dengan angkot. Ia tahu hanya rumah Kevin yang bisa ia tuju tanpa bisa ditemukan oleh ibu dan kakaknya. Di tangannya sudah ada ponsel miliknya. Ia memandangi ponselnya itu dan hendak menelepon Kevin namun tiba-tiba ia teringat kalau di jam seperti itu Kevin mungkin masih berada di kampus, lagipula itu hari Rabu, hari kuliah. “Bodoh amat lah dia masih di kampus, aku tidak punya tempat lain untuk aku datangi.” Kata Dina dalam hati. Dina mulai menghubungi Kevin. Dina mendengar tiga kali bunyi nada tunggu, kemudian panggilannya mati yang menandakan kalau teleponnya ditolak oleh Kevin. Tidak lama berselang masuk pesan dari Kevin. ‘Aku sedang di kelas. Ada apa Din?’ Tulis Kevin dalam pesan singkatnya kepada Din

