Abelano pulang dengan situasi suasana hati yang tidak baik, memang semuanya karena perkataan Enggar yang seenaknya sendiri, seharusnya laki-laki itu merasa bersalah dengan semua perbuatannya bukan malahan menyulut emosi orang yang menjadi korban seperti itu. jika Papanya tidak meminta dirinya menahan emosi maka dia tidak tahu lagi bagaimana wajah laki-laki itu ke esokan harinya, Abelano serasa ingin membunuhnya tapi dia ingat semua permasalahan tidak bisa di selesaikan dengan kekerasan. Abelano tidak ingin jika nantinya Diandra kecewa dengan dia yang tidak bisa menahan emosinya padahal sejak tadi malam Diandra sudah mewanti-wanti Jika dia harus menahan emosi ketika melihat suatu hal yang membuat hatinya panas. Diandra tahun laki-laki tersebut pasti akan membuat kekasihnya emosi karena

