Bab 9

2012 Kata
Eto dan Puspa kini menyambut kedatangan Abichandra dan Abigail dengan bahagia, ada beberapa keluarga besar mereka yang turut menyambut kedatangan mereka, walaupun memang tanpa ada Diandra tapi acara ini dimulai dengan baik. "Selamat sore" ucap Abichandra ketika baru sampai di sana. "Sore, silahkan masuk" ujar Eto. kesan Abichandra ketika sampai dirumah ini adalah kesan kesederhanaan yang menguat, apalagi rumah mereka bisa dikatakan rumah model jaman dahulu yang memang masih penuh kayu dengan banyak ukirannya. Udara yang sangat asri dan sangat jarang mereka temukan di Jakarta, pantas saja Abelano merasa betah ada di sini, kekeluargaan juga masih bagus dan memang banyak tetangga yang seperti nya baik-baik dengan tetangga lainnya. "Selamat datang di rumah sederhana kami Bu" ucap Puspa pada Abigail. "Ah, rumahnya bagus saya sangat beruntung bisa ke sini" ujar Abigail. mereka mengobrol terlebih dahulu, mereka juga di suguhkan minuman agar terkesan lebih baik karena memang mereka baru saja sampai setelah perjalanan lama. seserahan yang keluarga Abelano bawa juga sudah di serahkan dan diterima dengan baik oleh mereka. "Maksud saya kesini untuk melamar anak anda, Diandra untuk anak kami Abelano" ujar Abichandra memulai pembicaraan. "Saya menerima lamaran dari keluarga nak Abelano karena itu pula yang diinginkan anak saya Diandra" jelas Eto. mereka semua akhirnya lega, kini keduanya sudah resmi tunangan dan Abichandra mungkin akan sekalian menanyakan perihal pernikahan. "Abelano ingin segera menikahi Diandra karena dia ingin segera melaksanakan niat baiknya, lebih baik mereka sah terlebih dahulu yang namanya anak muda ya begitu kan bukannya saya mengatakan jika Abelano dan Diandra melakukan suatu hal tapi ini merupakan antisipasi terbaik agar mereka menikah terlebih dahulu" jelas Abichandra. "Saya paham, nak Abelano juga mengatakan hal yang sama sejak awal saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh nak Abelano karena memang apapun yang namanya hubungan lebih baik niat baik harus segera dilaksanakan, untuk pernikahan kami serahkan pada Diandra dan nak Abelano, mereka inginnya kapan karena kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mencoba mengabulkan apa yang mereka inginkan" ucap Eto. "Abelano mengatakan 3 bulan setelah pertunangan dirinya ingin menikahi Diandra, untuk pelaksanaan pernikahan akan dilangsungkan di sini, mungkin memang mumpung tepat waktu libur semester jadi ada banyak waktu untuk mereka mempersiapkan segalanya tanpa perlu ijin absen kuliah" jelas Abichandra. "Saya dan istri juga tidak keberatan, semoga memang niat baik ini akan segera bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah di susun sebelumnya" ucap Eto. Abigail merasa senang pembicaraan seperti ini berjalan dengan sangat lancar, mungkin sebentar lagi dirinya benar-benar akan memiliki menantu yang sesuai dengan apa yang dia inginkan, Diandra calon terbaik untuk anaknya dan dia juga sangat setuju dengan Keputusan anaknya. setelah pembicaraan berjalan lancar kini akhirnya Puspa datang dirinya berbisik pada Eto agar tamunya makan, mereka sudah menyiapkan makanan secara prasmanan karena mereka juga tidak tau apa yang di sukai oleh mereka, banyak makanan khas disini semoga mereka tidak kecewa dengan masakan yang sudah di siapkan oleh Puspa dan keluarganya. "karena saya pikir pembicaraan sudah cukup dan mendapatkan keputusan, mangga sekarang waktunya untuk ibunya Diandra sudah menyiapkan banyak makanan, walaupun makanan desa semoga kalian suka" ucap Eto. "Ah saya suka, kemarin aja gudeg yang dibawain Diandra udah habis apalagi istri saya dia suka banget" ucap Abichandra. Eto dan Puspa merasa senang, mereka bahagia melihat calon besan mereka yang sangat menghargai apa yang sudah mereka usahakan, tidak salah pilih dan memang benar sesuai dengan apa yang dikatakan di majalah memang Keluarga ini sangat sederhana dan memang benar-benar baik, mereka bahkan sama sekali tidak merasa jijik atau lainnya karena di desa tetapi mereka terlihat sangat menikmati dan merasa bahagia berada di sekeliling orang yang berpikiran positif seperti mereka itu. "Makasih ya, udah bawain gudeg rasanya enak banget" ucap Abigail pada Puspa. "Sama-sama, makasih banyak juga ya Mama Ano sudah mau menerima makanannya" ujar Puspa. walaupun bisa dikatakan mereka masih saling canggung Antara satu dengan yang lainnya tapi mereka kini berusaha untuk lebih akrab lagi, memang ini pertemuan pertama dan sangat wajar jika mereka masih canggung, segalanya akan berubah jika terbiasa. "Diandra itu kalau di Jakarta gimana ya ?" tanya Puspa pada Abigail. "Didi jarang keluar kok, dia aman disana karena Abelano pasti cerewet kalau Didi kebanyakan kelayapan" jelas Abigail. Puspa mengangguk, dirinya memang tidak tau bagaimana kondisi anaknya di sana , tapi mendengar apa yang dikatakan oleh Abigail kini dirinya semakin merasa beruntung karena anaknya berada di tangan yang tepat, Abigail yang mengatakan hal itu sehingga Puspa percaya. Di Jakarta sangat tidak baik bagi Diandra jika sendirian, tapi kini ketika dirinya menemukan pasangan seperti Abelano maka dia sebagai ibu dari Diandra merasa sangat beruntung karena ada yang menjaga Diandra dengan baik. "terima kasih ya, udah mau menerima Diandra dan kami yang bahkan dari keluarga sangat sederhana ini, kami orang desa yang bahkan pada dasarnya kamu takut karena kami tau keluarga nak Ano sangat sering tampil di majalah" jelas Puspa. "Mulai saat ini kita berteman baik ya? kita adalah calon besan semoga memang ini keputusan yang terbaik bagi anak kita, sejak awal keluarga kami sama sekali tidak pernah membatasi dengan siapa anak kami akan menikah nantinya, kami membebaskan Abelano untuk menikah dengan orang yang dicintainya" jelas Abigail. Puspa kini semakin merasa terharu, orang kaya yang biasanya suka menjodohkan anaknya dengan orang yang sepadan dengan mereka tapi kini dirinya bahkan membebaskan anaknya dan bahkan mau menerima siapa saja calon istri anaknya yang terpenting anaknya mencintainya. Hal seperti ini lebih tepatnya sangat jarang terjadi, mereka yang berduit kebanyakan ingin menjodohkan anaknya dengan yang lebih kaya atau setara untuk semakin kaya dengan kerjasama antar perusahaan tapi hal seperti ini sangat membanggakan karena mereka bisa mematahkan pemikiran orang kaya harus menikah dengan orang kaya. "Ya Tuhan kenapa nangis?" tanya Abigail pada Puspa. "Ya aku nggak nyangka aja kenapa Tuhan begitu baik, Diandra bahkan bisa bertemu dengan orang sebaik nak Ano yang menjaga Diandra dengan sangat baik" jelas Puspa. Abigail tau apa yang Puspa rasakan, dia pun merasakan hal yang sama kehadiran Diandra membuat anaknya berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, jika tidak ada Diandra bisa saja sampai saat ini Abelano bahkan belum serius dalam menjalin hubungan karena memang sebegitu banyaknya rumor tentang anaknya yang menjalin hubungan dengan banyak wanita, Abigail sebagai ibu hanya percaya bahwa anaknya sama sekali tidak melakukan hal itu setelah banyak wejangan yang pernah diberikan oleh Abigail dan Abichandra pada anaknya. Abigail tau bagaimana perjuangan Abelano mendapatkan Diandra, dulu bahkan anaknya sering uring-uringan dan bahkan kerjaannya pun terbengkalai, anaknya sering bertanya kepada dirinya bagaimana untuk meluluhkan hati perempuan, Abigail hanya bisa menjawab apa yang dia ketahui, setelah di telusuri ternyata anaknya sedang jatuh cinta pada adik tingkatnya, melihat hal seperti ini Abichandra terus mengawasi apa yang anaknya lakukan segalanya memang tidak pernah di duga, berkat kegigihan anaknya pada akhirnya dia bisa mendapatkan Diandra dan sampai saat ini bisa sampai ke tahap yang lebih serius seperti ini. "Tuhan yang membuat semua ini terjadi, semoga saja Tuhan kembali memudahkan jalan mereka untuk memperjuangkan hal baik yang sudah diniatkan seperti ini" ucap Abigail. Puspa mengangguk, memang benar segalanya yang terjadi ada campur tangan Tuhan di dalamnya, mereka sebagai orang tua hanya bisa terus mendoakan dan mendukung apa yang memang membuat mereka bahagia, kebahagiaan anak adalah yang utama bagi mereka, selama mereka bisa dan mampu mereka tidak akan menghalanginya segalanya akan terjadi sesuai dengan apa yang sudah di Takdir kan oleh Tuhannya. *** Abelano melihat kekasihnya makan dengan sangat lahap, senyuman dari mulutnya bahkan selalu terlihat olehnya, Ya Tuhan nikmat mana yang aku dusta kan ? segalanya berjalan dengan baik bahkan kini dia bisa bersama dengan Diandra sesuai dengan apa yang dia inginkan. "Enak sayang?" tanya Abelano. "Hem Mas, aku seneng banget apalagi makannya sambil melihat pemandangan yang aduhai sangat memanjakan penglihatan" jelas Diandra. Abelano mengangguk memang benar suasananya sangat mendukung, segala hal yang terjadi saat ini bagaikan hal yang mungkin sudah di takdir kan oleh Tuhan untuk mereka, tidak ada perjuangan yang sia-sia karena semua itu memang sudah sesuai dengan apa yang Tuhan Takdir kan sebelumnya. Abelano sebentar lagi akan memberikan kejutan bagi Diandra, dia sudah menyiapkan acara lamaran sendiri karena memang mereka tidak bisa ke Jogja bukan berarti Abelano tidak bisa melamar Diandra dengan romantis, begini juga dirinya juga bisa romantis apalagi memberikan kejutan bagi orang yang sangat dia sayangi seperti ini, tidak ada yang tidak mungkin ketika dirinya mampu melakukan segala sesuatu dengan baik. "Kita liat sunset dulu ya nanti abis itu kita pulang" ucap Abelano. "Iya Mas, aku juga pengennya gitu kok, yang penting kan Aku juga nggak ada kerjaan kan malam ini jadinya santai Mas" jawab Diandra. Abelano mengangguk, Diandra memang tidak ada kerjaan malamnya tapi kerjaan dia adalah menemani Abelano memikirkan perusahaan yang kali ini akan meluncurkan project baru. "Mas, awalnya aku tertekan tau sama kamu kan kamu agak garang terus pemaksa jadinya Didi agak takut sama mas" jujur Diandra. "Terus gimana lagi sayang?" tanya Abelano. Abelano sama sekali tidak pernah mendengar Diandra jujur seperti ini, Diandra memang orang yang sangat istimewa baginya, dia orang yang sangat berbeda dan bagi Abelano hanya dia yang mampu membuat getaran di d**a Abelano semakin berdetak lebih kencang di setiap harinya apalagi ketika bertemu dengan Diandra. "Ya awalnya aku kesel karena kamu suka maksa, tapi sekarang aku tau segala hal yang kamu paksakan buat Didi adalah hal baik, Maaf ya Didi memang orangnya rewel dan banyak bikin Mas kesel, mulai sekarang dan kedepannya Didi akan semakin nurut sama Mas" jelas Diandra. "Aku senang sayang, semoga kamu terus bisa nurut sama Mas ya, kamu harus tau segala hal yang mas lakukan adalah agar kamu selamat dan bahagia kedepannyaaa, Mas tidak pernah memikirkan macam-macam karena memang dari awal Mas selalu ingin yang terbaik untuk kamu" ucap Abelano. Abelano sama sekali tidak bulshit atau apapun itu, dia memang benar-benar melakukan segalanya demi kebahagiaan dan keselamatan Diandra, Abelano tidak suka melihat Diandra sakit karena itu dia harus ekstra waspada dalam menjaga kekasihnya, karena Diandra terkadang suka ngeyel dan bahkan suka begadang dan tidak memperhatikan asupan makanannya. makan bersama atau meminta Diandra memasakkan sesuatu untuknya merupakan jurus bagi Abelano agar Diandra ingin makan bersama dengannya, jika mereka makan bersama otomatis Diandra juga kesehatan nya lebih terjamin. "Makasih banyak Mas" ucap Diandra. "Makasih juga sayang, Mas sangat bahagia juga sama kamu Mas tidak pernah mampu membayangkan jika kamu ninggalin mas sendiri, kamu tau sendiri kan Mas sangat sayang kamu dan Mas pikir segalanya tidak akan berarti tanpa adanya kamu, maaf mas lebay ya? tapi itu beneran apa yang Mas rasakan" jelas Abelano. Diandra tersenyum senang, memang dulu dirinya serasa tidak melihat ketulusan yang Abelano berikan kepadanya, tetapi saat ini setelah hatinya merasa nyaman dan tenang dirinya pun tau jika memang segala hal yang dilakukan oleh Abelano adalah suatu hal yang tulus dan memang dari dalam hatinya, Diandra tau dan menghargai setiap hal yang terjadi dan setiap kekhawatiran yang dirasakan oleh Abelano padanya, Diandra bukan orang yang tidak tau diri dengan sama sekali tidak paham dan mengerti akan segala hal yang memang dilakukan oleh Abelano padanya. mereka kini sudah selesai makan, hanya menikmati minuman dan melihat matahari terbenam adalah suatu hal yang sangat menyenangkan. Diandra sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari pemandangan seperti ini, hal yang sangat jarang terjadi harus dia abadikan dengan sangat baik karena kesempatan kesini tidak setiap hari ada dan terjadi. "Sayang" panggil Abelano yang kini ternyata memperlihatkan cincin tunangan yang di persiapkan nya. Diandra merasa terkejut dirinya bahkan sampai melongo, kenapa Kekasihnya bisa seromantis ini melamarnya ketika matahari terbenam seperti ini, tidak ada hal yang lebih membahagiakan dibanding dengan segala hal yang terjadi seperti saat ini. banyak orang yang bersorak terlebih pengunjung dan pegawai restaurant, Diandra sama sekali tidak malu tapi dirinya bahkan merasa sangat bahagia karena disini Abelano yang bahkan dengan sangat berani melamarnya di depan orang banyak. "Will you Marry Me?" tanya Abelano pada Diandra. Tidak ada jawaban lain yang keluar dari mulut Diandra selain anggukan kepalanya, dia sudah bagaikan orang yang terhipnotis dengan segala pesona yang ada pada Abelano dan hari ini merupakan hal yang semakin membahagiakan bagi mereka berdua. "Terima Terima" sorakan para pengunjung lain membuat Abelano semangat dan langsung berlutut di depan Diandra, Abelano langsung memberikan cincin dan memakaikannya di jari manis Diandra, semuanya bertepuk tangan dan ikut bahagia dengan apa yang terjadi pada mereka. bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN