EVELYN menggeliat dari tempat tidurnya dan menutupi telinganya dengan bantal saat mendengar bel apartmentnya berbunyi berulang kali. Dan beberapa detik setelah itu, Evelyn membelakkan matanya dan terbangun dari tempat tidurnya. Ia baru sadar kalau tadi Louis mengirimkan pesan dengan kata 'aku mungkin tidak akan pulang' bukan 'aku tidak akan pulang'. Lagi pula siapa lagi yang akan datang ke apartment ini, kalau bukan Louis? Evelyn merutuki kebodohannya yang sangat lambat dalam berpikir. Ia langsung berlari menuju pintu depan, dan membukanya. Matanya membelak saat melihat Louis yang terlihat kacau. Setelan baju lelaki itu berantakan. Dan matanya juga setengah terpejam. Apa ini? Apa ia mabuk? Louis tersenyum senang saat melihat wajah Evelyn. Ia masuk ke dalam apartment dan hendak memel

