Setelah kepulangan Lingga dan Oza dari Bandung, kedekatan mereka semakin menciptakan banyak momen menyenangkan bagi keduanya. Berawal saat ajakan Lingga untuk berteman dengan Oza dua hari sejak kepulangan mereka dari Bandung, membuat Oza jadi tak lagi sungkan saat berada di dekat Lingga. "Saya mau jadi teman kamu" Lingga berdiri canggung di depan Oza, ia menahan debaran jantungnya dengan berusaha mempertahankan wajah datarnya. "Kenapa?" Oza mengernyitkan dahinya pelan kala mendengar ucapan tak biasa Lingga "Apa berteman perlu alasan?" Pria itu memasukan kedua tangannya kedalam saku celana bahan yang di kenakannya. "Enggak juga sih. Tapi kenapa?" gadis itu menggaruk pelipisnya yang tak gatal, "Saya ga punya teman perempuan, itu alasannya." Ucap Lingga asal "Bapak yakin? Ga malu tem

