Chapter 45

1016 Kata

Atayya yang merasa suntuk hari ini, ia memutuskan untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya di bangku yang ada di balkon kantor. Yang mana balkon itu memang sering digunakan oleh karyawan-karyawan di sana untuk bekerja juga. Selain hawanya yang asri, angin yang bertiup di sana juga membuat nyaman. "Aku temani," ucap Lukas, lalu ia duduk di seberang Atayya. "Bagaimana perkembangannya?" tanya Atayya tanpa menatap lelaki itu. "Bagus. Perkiraan semuanya akan selesai tepat waktunya," sahut Lukas. Atayya pun menajamkan tatapannya untuk menatap Lukas. "Apa?" tanya Lukas sembari mengernyitkan dahinya, ia nampak tidak paham dengan maksud Atayya. "Maksudku, perkembangan kamu dengan Rena," sahut Atayya. Lukas langsung tertawa, sebab tadi ia menangkapnya bahwa Atayya sedang mempertanyaan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN