Chapter 17

1024 Kata

Pada akhirnya, Atayya pulang dengan diantar oleh Regan. Bahkan, Regan mengantar Atayya sampai ke dalam rumahnya. “Loh, Nak?” heran sang Mama ketika melihat anak semata wayangnya sudah pulang padahal hari masih pagi. Regan pun tersenyum kepada perempuan paruh baya itu, kemudian ia menyalami dengan sangat sopan. Regan juga menjelaskan kenapa ia mengantar pulang Atayya pada saat jam kerja masih berlangsung. “Mama tadi juga bilang, ‘kan? Kamu tuh keras kepala kalau dikasih tahu,” kesal sang Mama pada Atayya. Sebab, sebelum berangkat bekerja, mamanya Atayya sudah memperingatkan agar Atayya izin dulu. “Enggak ditinggal izin aja, pekerjaan aku selalu menumpuk di atas meja. Bagaimana kalau aku tinggalkan? Bisa-bisa pas weekend pun aku harus bekerja sepertinya,” gerutu Atayya. “Ngomong-ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN