"Pokoknya, kapan saja kamu mau nginap di sini, boleh-boleh aja, ya. Anggap rumah sendiri," ucap Mamanya Regan ditengah sarapan bersama mereka. Atayya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, lantas ia berkata "Maaf, Ma, Pa. Jadi repotin kalian." "Memangnya kata-kata Mama tadi menjelaskan kalau Mama merasa direpotkan?" tanya Mamanya Regan. Atayya lantas menggelengkan kepalanya. "Karena aku yang merasa sendiri, Ma." "Eh, kenapa rasa sarapan hari ini beda, ya?" timpal Papanya Regan untuk mengalihkan pembicaraan. "Jelas saja beda, kan yang masak Atayya," sahut Rena. "Kenapa? Enggak enak, ya?" tanya Atayya khawatir. "Rasanya beda, karena ini enak banget, Nak" sahut sang Papa. Senyuman Atayya pun mengembang dengan begitu sempurna, hingga kecantikannya terpancar begitu indah. "

