"Arkan!" bentak Papi Yuda. Hiks! Hiks! Huaaaa ... Tangis Revan kecil seketika membahana, mendapat perlakuan seperti itu dari Arkan. Saat Revan memeluk kaki Arkan, Arkan pun segera mengayunkan kakinya seakan menendang Revan untuk menjauh darinya. Sontak perlakuan Arkan itu membuat tubuh Revan mundur dan jatuh terduduk. Adel yang melihat kelakuan Arkan pun segera menggendong Revan dan berusaha menenangkannya. Adel berusaha sekuat tenaga untuk menahan emosinya hari ini karena sikap Arkan yang kembali arogan seperti dulu. Namun, saat ia menyakiti Revan, ia tak akan pernah tinggal diam. Arkan pun segera berlalu tanpa peduli dengan tangis Revan yang kian pecah. "Arkan!" teriak Adel memanggil Arkan dengan kesal. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Mendengar namanya dipanggil, Ar

