TIGAPULUH (ENDING)

1786 Kata

... Saat ini gue duduk sebelahan di dalem mobil sama Bian. Sementara Kala langsung pamit gak tau kemana, dia udah ada yang jemput sendiri. Jadi ini rencananya Kala buat nemuin gue sama Bian? Tapi gue masih bete sama Bian. Dia ke Bali gak bilang sama gue dan lebih parahnya lagi Bian gak ngajakin gue ke sini. Kalo gak ada Kala, gak mungkin kan gue bisa nyampe sini? "Udah makan?" Suara itu membuat kepala gue menoleh dengan cepat ke arah Bian. Itu suaranya kenapa bisa merdu dan lembut banget? Gue masih terdiam karena shock dan Bian menoleh ke arah gue sebentar. "Kok diem?" Barulah saat itu gue tersadar dan kembali menatap lurus ke depan. Gue jadi salting sendiri dan bingung. Kenapa Bian bisa selembut ini? Bian menepikan mobilnya saat dia liat gue lagi menggosok lengan atas gue. Gila. Di

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN