DUAPULUH

2548 Kata

... Bian berdiri di depan jendela dengan posisi membelakangi gue. Setelah gue cerca habis-habisan soal foto dia dan Lili yang lagi beredar luas di sosmed. "Lo pinter banget bikin gue ngefly, Bi. Tapi sedetik kemudian lo jatohin gue. Gue gak permasalahin status sahabat kalian tapi kenapa mesti di belakang gue?" Bian masih aja diem dan gak ngeluarin sepatah katapun. Perlahan gue menyeka kedua pipi gue yang udah basah. "Gue emang akan perjuangin pernikahan ini tapi semakin kesini, gue semakin gak yakin. Apa orang yang gue perjuangin bisa nerima gue apa gak?" "Kita cuman ketemuan aja, Rin. Kebetulan Lili juga lagi syuting di sini." selanya. Wajahnya masih menatap lurus keluar jendela. "Lagian kita ketemunya juga di tempat umum kok---" "Justru itu," sekarang gue yang menyela ucapannya. Bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN