Dalam semua tanya yang belum tuntas terjawab, kusimpan jawaban penting pada titik terakhir. Untuk kutipan yang sengaja kurangkum, dititik itu ku katakan kisah penting nan panjang. Kuperjelas pada garis miring yang sengaja kutandai, inginku masih sama. Perihal satu nama didalamnya. Tak akan kuganti, bahkan pada garis singgung yang tak mengizini. *** Karin sudah memasuki kelasnya dengan senyum merekah. Disana ia sudah mendapati Gia dan Zidni tengah menatapnya heran. Tapi pertemuan Karin dan Fani tadi tidak akan ia ceritakan. Nanti saja, jika sudah selesai bertemu Raka barulah Karin merampungkan semua cerita itu. "Lo habis ketemu Raka jadi gila gini?" kata Gia ngeri sendiri. "Serius. Lo kayaknya dipelet deh. Soalnya jadi mirip orang gila, yang waktu itu kita ketem

