Kusampaikan permohonan hati, lewat desiran angin tak berarti, kunyatakan perasaan ku sekali lagi, ternyata sudah terhenti disini. Karena terlalu lelah bodoh-membodohi diri. Lebih dari itu semua kuyakinkan lagi, ternyata nyaman ku tak pernah lari. Masih sama, kepada orang yang berdiri menghalangi. *** Raka menghempas kasar ponselnya, kemarahan-nya kali ini dia salurkan kepada benda pipih itu. Berkali-kali panggilannya ditolak oleh Ardan, kini nomor itu malah tidak aktif. Raka menggeram sendiri, mendengar keseluruhan cerita Richard tadi membuat emosinya naik turun. Amarahnya mendidih seketika, apalagi saat tahu bahwa Kanaya bisa sampai seperti itu karena ulah kakaknya sendiri. Ulah Ardan, selaku sahabat yang sangat dipercaya-nya. Sebodoh ini karena Raka tidak menyadari itu. A

