Ada banyak permintaan yang belum tuntas kusampaikan. Begitu banyak waktu yang ku sia-siakan karena ego yang konyol, padahal aku pernah berjanji, jika bukan kau yang kutemui, dengan sombongnya aku menolak yang dunia beri. *** Ardan menyerup kopi hitam yang tengah dipesan-nya. Tangan-nya mengepal kuat membaca semua pesan yang ada digrup, Kanaya akan bertemu teman-teman-nya dibasecamp sore ini. Bahkan sejak kepulangan adiknya itu, Kanaya tidak pernah memberinya kabar. Tidak pulang kerumah, dan tidak ingin bertemu dengannya. Jadi, dengan seluruh emosi yang sedang tertanam, Ardan berusaha semaksimal mungkin untuk biasa saja. Karena hari ini, dia harus menemukan jawaban atas pertanyaan-nya. Jawaban yang membuatnya akan secepat mungkin melakukan pembalasan dendamnya. Karena

