Bagian 23

1282 Kata

"Pertanyaan macam apa itu?" tanya Rima masih menatap wajah suaminya. "Sekali lagi jangan salah paham, aku hanya bertanya," ucap Alan tak ingin semuanya menjadi tak nyaman. "Tapi pertanyaanmu itu sangat konyol, Mas!" "Iya maaf ... kalau kamu gak berkenan tak perlu menjawabnya." Rima membuang muka, ia benar-benar marah pada Alan. Tak habis pikir bila pertanyaan itu akan ia lontarkan. Ia pun langsung beranjak, tapi Alan segera menahan dengan memegang tangannya. "Jangan marah, sekali lagi maafkan aku." Alan merajuk, ia benar-benar tak ingin Rima marah. Istrinya itu menghela napas panjang, kemudian melihat ke arah Alan dengan tatapan tak bisa dijelaskan. "Sudahlah, Mas! Tak perlu dibahas lagi. Juga jangan pernah berbicara tentang perasaanku, perasaanmu, perasaan kita. Biar saja itu menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN