Membentengi Hati

1121 Kata

Viola puas mengutuki dirinya sendiri karena terlalu ceroboh telah memamerkan tubuhnya secara tak sengaja waktu ia mengomeli Richard tadi. Kini dirinya sudah tampil rapi dengan blus tertutup seperti awal ia bekerja dengan Richard dan segera mengajaknya berangkat bekerja pagi itu. “Mari kita berangkat, Rich?” ajak Viola sopan. Gadis itu berusaha cuek agar tidak merasa malu lagi karena kejadian barusan. Richard tersenyum dan mengerti kalau Viola malu padanya karena kejadian tadi. Ia berusaha tampil dengan ekspresi datar lalu mengutarakan niatnya untuk sarapan bersama Viola sebelum berangkat bekerja. “Kita sarapan dulu, ya? Aku tadi buru-buru jemput kamu karena takut William mendahuluiku. Kamu mau sarapan apa, Vio?” tanya Richard lembut. “Sarapan nasi uduk aja gimana? Di simpang tiga sana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN