“Jauhkan tangan kotormu darinya, William!” bentak Richard emosi. William tertawa lepas, merasa geli melihat tingkah sahabatnya yang menurutnya cukup aneh hari itu. “Wow, lo kenapa, Bro? Kenapa marah-marah di sini? kasihan Vio, dia jadi takut sama kamu, kan?” jawab William santai. Richard menarik tangan Viola dan menyembunyikannya di belakangnya. “Sudah berapa kali gue bilang, jangan ganggu sekretaris gue, Willy! Lo ga tuli, kan?” bentaknya geram. “Lo ga berhak gangguin kesenengan gue. Gue ingin kejar Viola sampai dapat. Jangan usik usaha gue, dong!” jawab William sewot. “Lo mau gue pecat, hah?” ancam Richard serius. William mencibir Richard sambil mengibaskan tangannya. Pria genit itu terlihat meremehkan sahabatnya. “Ga mempan ancaman lo, Bro. Gue udah kebal lo ancem kayak gini. Sekar

