“Ekhem,” intruksi seseorang dari belakang keduanya. Chandra refleks menjatuhkan lengan lelaki di depannya dan bergerak mundur. Kepalanya menoleh ke belakang melihat siapa gerangan yang sudah berani membuat momen bahagia itu terhenti.. “PAPA?!” Kaget Chandra. Perempuan itu bergegas berdiri dan berdiri mendekat ke arah Braga. Meninggalkan lelaki yang masih duduk di kursi taman itu dengan tegang. “Papa lagi apa di sini?” Tanya Chandra takut. “Harusnya Papa yang tanya. Lagi apa kamu di sini?” Tanya Braga balik. Mata pria tua itu beberapa kali mendelik pada lelaki di sana. “Itu, ya.. lagi ngadem, Pa.” “Ya sudah, kamu dicari Riana.” “Ka-kalau gitu, Chandra ke ruangan Riana dulu, ya. Emm, Mas.. eh, maksudnya Pak Revano, Papa, duluan,” pamit Chandra. “Kamu ngapain tadi?” Revano terse

