Bab 38

1250 Kata

Tamu Tak Diundang Tiga hari setelah peristiwa Damar, Rafael sedang duduk di beranda Rumah Lia, memeriksa laporan keuangan bulanan, ketika seorang perempuan muda mendekat dengan senyum sopan. Rambutnya sebahu, kacamatanya tebal, dan di tangannya ada buku catatan kecil. “Selamat pagi. Maaf mengganggu. Saya Ratna dari Harian Metro Sore.” Rafael menutup mapnya. “Ada yang bisa saya bantu?” “Saya sedang membuat liputan tentang mantan narapidana yang kini menginspirasi komunitas. Saya dengar Rumah Lia dipimpin oleh... Rafael Aditya.” Nada bicara Ratna ramah, tapi matanya tajam. Bukan sekadar jurnalis biasa—ia datang bukan untuk sekadar menulis cerita manis. Ia datang untuk menyibak sesuatu. Rafael meneguk napas. “Kalau boleh tahu... Anda dapat informasi dari mana?” “Dari beberapa sumber di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN