Bab 81

1364 Kata

Rumah yang Tenang, Tapi Retak Sudah dua minggu sejak Reyhan pulang dari Kalimantan. Luka-luka fisiknya mulai membaik—jahitan di pelipis sudah dilepas, tulang rusuk yang retak mulai menguat. Tapi ada yang tidak kembali seperti sedia kala: ketenangan di dalam dirinya. Setiap malam, Reyhan sulit tidur. Matanya sering terbuka lebar meski seluruh tubuh kelelahan. Kadang ia terduduk di pojok kamar, napasnya tersengal tanpa sebab. Kadang ia diam menatap jendela, membayangkan suara Ivan saat berkata: > “Kau pikir bisa main api tanpa terbakar?” Saras dan Toni khawatir. Tapi Reyhan terus menolak terapi psikolog. > “Kalau aku mulai buka luka itu… aku takut gak bisa tutup lagi.” ** Anak-Anak Mulai Bertanya Anak-anak pun mulai menangkap perubahan Reyhan. Salsa yang paling berani bertanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN