Surat-Surat yang Menghidupkan Sepekan setelah pertemuan dengan ayah Lia, Rafael mulai menerima banyak surat dari berbagai pihak. Beberapa dikirim ke Rumah Lia, sebagian lewat email yang ditujukan pada yayasan, dan sisanya—diselipkan diam-diam oleh orang-orang yang pernah merasakan dampak dari kehadiran Rafael di hidup mereka. Surat dari anak-anak mantan pengguna narkoba yang dulu pernah Rafael tolong. Surat dari mantan rekan bisnisnya yang kini menjalani kehidupan baru, berjualan kecil-kecilan. Bahkan ada satu surat dari kepala sekolah tempat Lia dulu mengajar. Semua isinya serupa: pengakuan bahwa Rafael bukan sekadar pria yang berubah. Tapi pria yang membuat perubahan. Rafael membaca semua itu di ruang lukis. Ia menempelnya di dinding, satu per satu, hingga seluruh ruang itu penuh war

