Bab 32

1585 Kata

Celah yang Tak Terlihat Hari itu, suasana Rumah Lia seperti biasa: anak-anak berlarian di halaman, kelas menggambar dimulai lebih pagi karena cuaca cerah, dan beberapa sukarelawan baru tampak bergabung di ruang belajar. Tapi Rafael tak sepenuhnya tenang. Ada satu hal yang tak biasa: salah satu relawan baru—pria muda bernama Seno—terlalu ramah, terlalu cepat akrab. Toni memperhatikan bahwa Seno sering mengajukan pertanyaan detil soal struktur Rumah Lia, donatur tetap, jadwal keluar masuk logistik, bahkan distribusi makanan harian. “Dia bukan relawan biasa, Raf,” kata Toni dengan suara pelan saat mereka sedang memantau stok makanan di gudang. “Dia terlalu ingin tahu hal-hal yang bukan urusannya.” Rafael mengangguk. “Kita biarkan saja dulu. Tapi awasi terus. Jangan sampai anak-anak kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN