Bab 25

1324 Kata

Ruang Baru, Luka Lama Setelah bebas dari penjara, Rafael tak langsung kembali ke kenyamanan. Ia memilih tidur di kamar kosong paling belakang Rumah Lia. Kamar itu dulu adalah gudang, tak terurus, bau lembap. Tapi justru itu yang ia cari. “Saya gak butuh kasur empuk, Ton. Cukup tempat untuk tidur dan untuk berpikir,” katanya saat Toni menawarkan kamar yang lebih layak. Di dinding kamar itu, Rafael memasang foto Lia, gambar-gambar dari anak-anak, dan puisi dari Rio. Ia juga menaruh satu kursi kayu tua di pojok ruangan—kursi yang dulu sering dipakai Lia untuk membacakan cerita di teras. Setiap malam, Rafael duduk di sana. Menulis. Merenung. Berbicara dalam diam kepada sosok yang kini hanya tinggal dalam kenangan. ** Anak Baru di Rumah Lia Suatu pagi, Toni membawa seorang anak baru ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN